BROYUSRAN -- Pagi ini, Kota Parepare diselimuti mendung tipis. Langit tampak abu-abu, namun suasana justru terasa teduh. Saya mengawali pagi dengan ngopi bersama sahabat-sahabat MIZAN NEWS di Warkop 588, sebuah tempat yang tetap ramai oleh cerita meski matahari belum menampakkan diri. (Sabtu, 7 Februari 2026)
Dari tempat duduk kami, laut terlihat lebih tenang dari biasanya, pulau-pulau di kejauhan seolah berdiam dalam kesunyian. Secangkir kopi panas tersaji di meja, ditemani kue-kue khas bugis yang menghadirkan rasa manis dan gurih yang akrab di lidah. Di pagi yang mendung ini, kombinasi kopi dan kue tradisional terasa pas, menghangatkan suasana dan obrolan.
Percakapan mengalir santai, membahas banyak hal tentang pekerjaan dan tentang hidup. Suara ombak yang pelan menjadi latar, seolah ikut menjaga ritme kebersamaan kami. Tidak ada yang tergesa, tidak pula ada yang ingin cepat pergi.
Ngopi pagi di Warkop 588 kali ini menjadi momen sederhana yang patut disyukuri. Meski langit mendung, kehangatan tetap hadir melalui kebersamaan, kopi, dan kekayaan rasa dari kue khas bugis. Pagi yang teduh, penuh cerita, dan meninggalkan kesan yang menenangkan.

Posting Komentar