BROYUSRAN -- Kalau mengingat kembali perjalanan saya beberapa tahun lalu, rasanya cukup lucu juga. Awalnya hanya mencoba-coba, sekadar ingin punya penghasilan sendiri. Tidak pernah terpikir kalau dari sebuah usaha kecil yang dimulai secara online, akhirnya bisa berkembang menjadi sebuah toko yang menjadi bagian penting dari perjalanan hidup saya.
Cerita ini bermula pada tahun 2011, ketika saya meninggalkan kampung halaman, Kota Parepare, untuk hijrah ke Kota Bandung. Tujuannya tentu untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pos Indonesia (POLTEKPOS) & Universitas Pasundan atau (UNPAS).
Menjadi mahasiswa di Bandung ternyata bukan hanya soal kuliah. Ada banyak hal baru yang saya temui, termasuk bagaimana belajar mandiri dan mengatur kebutuhan hidup sendiri.
Memasuki tahun 2012, saya mulai mengenal dunia bisnis. Saat itu muncul sebuah pemikiran sederhana dalam diri saya.
"Kalau saya kuliah, saya harus sudah bisa berpenghasilan sendiri."
Kenapa sampai berpikir seperti itu?
Karena biaya hidup di Kota Bandung lumayan besar, belum lagi biaya kuliah yang bagi saya saat itu tidak sedikit. Tetapi, seiring berjalannya waktu, saya mulai memahami bahwa biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan bukan sekadar soal mahal atau murah. Ada ilmu, pengalaman, fasilitas, dan berbagai pelayanan yang saya dapatkan selama menjadi mahasiswa.
Seperti kata seorang teman saya waktu itu, harga tidak pernah membohongi kualitas.
Dari jualan jam tangan sampai menemukan jalan
Sebelum akhirnya fokus mengembangkan Five Distro Official, saya sempat mencoba berjualan jam tangan secara online.
Namanya juga masih belajar bisnis, tentu belum semuanya berjalan mulus.
Usaha tersebut hanya bertahan sekitar dua bulan karena saya mengalami masalah dengan modal yang dipercayakan kepada teman sendiri. Singkat cerita, saya mengalami kerugian dan harus mengikhlaskan apa yang sudah terjadi.
Sedih? Jelas.
Apalagi ketika masalah tersebut datang dari orang yang kita percaya sendiri. Tapi mau bagaimana lagi? Saya mencoba mengambil hikmah dari kejadian tersebut dan menjadikannya sebagai pelajaran.
Saya tidak ingin berhenti hanya karena mengalami kegagalan. Justru dari kegagalan itulah saya kembali berpikir, bagaimana caranya mencari jalan lain untuk mengembalikan modal dan tetap bisa memiliki penghasilan. Dari situlah muncul ide untuk mencoba berjualan pakaian distro secara online.
Kenapa namanya Five Distro?
Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya memilih nama Five Distro Official?
Nama tersebut sebenarnya punya cerita tersendiri.
Ketika masih bersekolah di MAN 2 Kota Parepare, sekitar tahun 2008–2011, saya punya beberapa teman yang sangat akrab. Kami sering melakukan berbagai aktivitas bersama dan hampir selalu jalan bersama. Di antara teman-teman yang paling sering bersama saya saat itu ada Latif, Taufik Kadir, dan Sardi.
Kalau di sekolah, kami sering terlihat berjalan bersama. Bisa dibilang, kalau salah satu dari kami tidak masuk sekolah, barulah formasi kami tidak lengkap.
Dari kebersamaan itulah muncul ide menggunakan nama The Five.
Nama tersebut bukan sekadar nama bisnis. Ada kenangan masa sekolah, persahabatan, kebersamaan, dan cerita masa lalu yang ingin tetap saya simpan. Walaupun sekarang kami sudah menjalani kehidupan masing-masing dan berada di tempat yang berbeda, nama Five Distro menjadi salah satu cara untuk mengingat masa-masa tersebut. Bagi saya, sebuah nama bisa menyimpan banyak cerita dan yang paling penting, walaupun waktu terus berjalan dan jarak memisahkan, semoga silaturahmi tetap terjaga.
Awalnya cuma bercanda
Pada awalnya saya benar-benar hanya mencoba.
Saya mulai menjual pakaian distro secara online dengan mengutamakan produk yang original dan berkualitas. Saat pertama kali launching, Alhamdulillah sudah ada respons. Walaupun pembeli pertama kebanyakan masih teman-teman dekat, saya tetap menjalankannya dengan serius.
Ternyata dari teman-teman dekat tersebut, pesanan mulai datang dari luar Sulawesi. Dari situ saya mulai melihat bahwa bisnis online ternyata punya peluang yang cukup besar.
Pesanan semakin bertambah dari waktu ke waktu. Orang-orang mulai mengenal produk yang saya jual dan mulai mempercayai kualitasnya.
Awalnya cuma bercanda. Tapi semakin banyak yang memesan, semakin banyak pula yang memberikan kepercayaan dan dari situlah saya mulai berpikir.
"Kayaknya ini bukan sekadar bercanda lagi."
Dari online kemudian membuka toko offline
Melihat antusias konsumen yang semakin meningkat, akhirnya pada tahun 2013 saya memutuskan untuk membuka toko offline di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Five Distro.
Kalau sebelumnya saya hanya berjualan melalui internet, kini saya mulai belajar bagaimana mengelola toko secara langsung, melayani pelanggan, menjaga kualitas produk, mengatur stok, memikirkan promosi, sampai bagaimana mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Di sinilah saya mulai benar-benar ketagihan dengan dunia bisnis. Bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi saya mulai menikmati prosesnya.
Ada kepuasan tersendiri ketika melihat pelanggan datang, memilih produk, merasa cocok, kemudian kembali lagi di lain waktu.
Dari yang awalnya hanya mencoba-coba, perlahan saya mulai serius mengembangkan Five Distro Official. Saya punya harapan sederhana: semoga Kota Parepare juga bisa dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki perkembangan clothing dan distro, tidak hanya Bandung.
Dari sebuah candaan menjadi perjalanan panjang
Kalau saya melihat kembali perjalanan tersebut hari ini, saya sadar bahwa tidak semua hal besar harus dimulai dengan rencana yang sempurna.
Kadang kita hanya perlu berani mencoba.
Dari mencoba, kita belajar. Dari kesalahan, kita memperbaiki. Dari kegagalan, kita bangkit. Dan dari proses yang terus dijalani, akhirnya kita menemukan sesuatu yang benar-benar kita sukai.
Five Distro bagi saya bukan hanya tentang pakaian. Ada cerita perjuangan sebagai mahasiswa di perantauan, pengalaman pertama belajar bisnis, pernah mengalami kerugian, mencoba bangkit, belajar berjualan online, sampai akhirnya berani membuka toko offline di kampung halaman sendiri.
Semua proses itu menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Mungkin benar, awalnya cuma bercanda, tetapi lama-kelamaan ketagihan.
Dan sampai hari ini saya masih percaya bahwa sebuah usaha tidak selalu langsung besar sejak awal. Yang terpenting adalah berani memulai, mau belajar, konsisten menjalani proses, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Ada satu kalimat yang sampai sekarang masih saya pegang:
"Kesuksesan lahir dari keberanian untuk mengalahkan ketakutan."
Jangan terlalu takut dengan kegagalan. Karena terkadang justru dari kegagalan kita mendapatkan pelajaran yang tidak bisa kita dapatkan dari keberhasilan.
Tekuni apa yang kita mulai, amati perkembangannya, terus belajar, dan jangan berhenti memperbaiki diri.
Siapa tahu, sesuatu yang awalnya hanya kita lakukan karena bercanda, justru menjadi jalan panjang menuju sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Semangat. Semoga kita semua bisa meraih apa yang kita perjuangkan.
Dan kalau suatu hari kalian sedang berada di Kota Parepare dan ingin melihat langsung perjalanan kecil yang dulu saya mulai dari dunia online, silakan mampir ke Five Distro.
Bagi saya, toko ini bukan hanya tempat menjual pakaian. Ada banyak cerita, perjuangan, kegagalan, pembelajaran, persahabatan, dan perjalanan panjang yang tersimpan di dalamnya.
Dari yang awalnya hanya bercanda saat masih kuliah di Bandung, perlahan menjadi sebuah usaha yang terus saya jalani sampai hari ini.
Kalau kebetulan lewat di sekitar Lapadde, silakan mampir. Siapa tahu ada produk yang cocok. Dan kalau belum ada yang cocok pun tidak masalah, yang penting kita bisa saling menyapa dan bersilaturahmi.

Posting Komentar